Membentuk POLA KEBIASAAN Yang Baik

POLA KEBIASAAN

“Kebiasaan adalah sesuatu yang bisa kamu lakukan tanpa berfikir.” -Frank Clark-

Tanpa disadari kita hidup dalam sebuah POLA. Mulai dari bangun tidur, hingga memejamkan mata tidur lagi.

Pola itu adalah serangkaian perilaku yang diulang-ulang, bisa juga disebut KEBIASAAN. Contohnya kebiasaan setelah bangun atau tersadar dari tidur.

Ada yang terpola cari HP dan memeriksa pesan, cek medsos, atau sekedar melihat jam. Ada yang lamgsung bangun ke kamar mandi sekedar cuci muka.

Emosi kita pun sudah terpola cukup lama, sebab apa kita marah, sedih, takut, menyesal, atau merasa bahagia. Semua itu sudah TERPOLA sehingga membentuk kebiasaan.

Comtohnya ada orang yang membuat pola emosi “saya marah bila dibohongi” maka selalu saja alasan marah adalah ketika merasa dibohongi.

Saya sendiri -dulu- memiliki pola marah yaitu ketika dibohongi, dihina, serta difitnah. Bila sekedar tidak sengaja tersenggol hingga jatuh, saya tidak marah.

Pola emosi ini membentuk sifat kita, membentuk pola apa yang kita sukai dan hindari, sehingga membentuk ekosistem di mana kita tinggal, siapa teman sekitar, serta bagaimana kita merespon dunia luar.

Apa yang bisa kita pikirkan pun TERPOLA dalam pola tertentu. “Saya marah bila dibohongi” selalu khawatir dibohongi, berprasangka “jangan-jangan aku dibohongi” sehingga tak sadar mengisi pikirannya dengan imajinasi ‘dibohongi’ akhirnya justru membuatnya mudah bertemu dengan kebohongan.

Sampai disini, ada orang yang berniat berubah lalu membeli buku tapi gagal mengubah kebiasaan, gagal memecah pola. Sehingga buku bertumpuk tak pernah dibaca.

Atau seseorang ikut pelatihan tapi lama-lama malas mempraktekkan materi sehingga balik lagi ke permasalahan semula.

Pernah merasa seperti itu?

Maka sebelum melakukan perubahan, kenali dulu apa polanya, sadari apa kebiasaannya? Sejak kapan pola ini lahir, atas dasar apa sebuah keputusan menjadi pola?

👍 TRENDING :   MELEPAS MASA LALU dari Segala Keterpurukan Hidup

Bila sudah tahu penyebabnya atau AKAR MASALAHNYA maka mudah menyusun solusinya. Mudah membentuk pola baru. Mudah meningkatkan pencapaian hidup.

Wallahu’alam
Ahmad Sofyan Hadi
Penulis Buku Reset Hati Instal Pikiran

“Jika diberi waktu 60 menit untuk menyelesaikan masalah, saya akan gunakan 55 menit untuk menemukan akar masalahnya, baru 5 menit terakhir untuk memikirkan dan memutuskan solusi terbaiknya.” -Albert Einstein-

Originally posted 2022-03-05 15:49:58.