Apakah Anda Merasa Didzalimi Pasangan?

Merasa Didzalimi Pasangan?
Allah bersama prasangka hambaNya, lalu kenapa aku yang ingin hidup bahagia tapi didzalimi pasangan?

Pernah mempertanyakan itu?

Tulisan ini bukan untuk semua orang, tapi khusus untuk mereka yang sedang berikhtiar bahagia tapi merasa tak berdaya dengan kedzaliman pasangannya.

Daripada menyerah lalu menyalahkan diri sendiri, lebih baik terus menyimpan harapan dan belajar. Setuju?

Allah bersama prasangka hambaNya dan seringkali seseorang didzalimi akibat merasa diri lemah tak berdaya.

Ini semacam tujuan dan cara pada tulisan ini.

Bisa jadi perasaan itu bawaan sejak kecil akibat pola asuh sehingga mewujudkan realitas didzalimi. Jadi ketika merasa didzalimi, bukannya mengoreksi malah merasa benar menjadi korban, merasa layak menderita, memilih menyalahkan diri sendiri.

Pernah seperti itu?

Tak sadar, perasaan itu sama saja dengan memberi kekuatan pada kedzaliman. Membuat diri merasa semakin tak berdaya, semakin menyalahkan & meratapi diri sendiri.

Sekarang, BERHENTI.

Kedzaliman terus berlanjut selama diizinkan. Pikiran yang mengizinkan adalah meyakini DIA KUAT AKU LEMAH. DIA PELAKU AKU KORBAN.

Sekarang mari kita bongkar kesesatan berfikir diatas yang membuat diri semakin jadi lemah tak berdaya.

Kenyataannya, tidak ada orang kuat di dunia ini. Semua orang hakikatnya lemah, termasuk si pelaku kedzaliman.

Tapi kekuatan seseorang karena diberi kekuatan oleh Allah, maka jangan memuji orangnya, jangan lemah dihadapan orangnya.

Tapi pujilah Allah, lemah-lah dihadapanNya.

Pun tak ada korban pelaku sebab segala yang terjadi atas izinNya. Tidak ada 1 keburukan pun yang menimpa seorang hamba kecuali atas izinNya. Pun tak ada kebaikan atas seorang hamba kecuali datang dariNya.

Maka saat dizalimi pasangan, adukan kepada “atasannya”, kepada Sang Penciptanya: Allah.

👍 TRENDING :   Tips Agar Tidak Mudah marah pada siapa pun

Datangi DIA dan mengadulah,

“Ya Allah, pasangan dengan kekuasaannya telah mendzalimi saya dan membuat saya sakit.

Saya tahu ya Allah, kekuasaan dia adalah dariMu.

Saya pun sadar ya Allah, tiada kesakitan yang menimpa hamba kecuali atas izinMu.

Saya pun yakin, tak ada kebaikan yang hamba terima kecuali semata-mata berasal dariMu.

Maka ya Allah, atas kesakitan ini, hamba mohon ampun bila disebabkan dosa-dosa hamba di masa lalu.

Ampuni hamba ya Allah, karena hanya KAU yang bisa mengampuni hamba.

Hamba serahkan keburukan pasangan hamba kepadaMu, angkatlah atau jauhkan dari hamba ya Allah dan gantilah dengan kebaikanMu.

Hamba serahkan dia kepadaMu, hamba berserah diri kepadaMu ya Allah.”

Lanjutkan dengan beristighfar berulang kali sampai merasa lega, benar-benar lega.

Lalu bayangkan kebaikan pasangan yang pernah dialami bersama, bayangkan dengan jelas lalu ucapkan hamdallah sampai merasa lega.

Bila ingat kebaikan yang lain, ulangi lagi sampai merasa lega, merasa bahagia. Bila ada lintasan keburukan, ganti dengan istighfar. Begitu selanjutnya.

Akhirnya masalah dan beban itu akan ringan bila dibagi diserahkan kepada Allah. Bukan ditanggung sendiri. Bukan dipikirkan sendiri.

Pastikan beristighfar untuk menghapus keburukan prasangka yang tak disadari, berlindung kepada Allah atas kekhilafan diri sendiri.

Wallahu’alam
Sumber : Ahmad Sofyan Hadi
“Penulis buku Reset Hati Instal Pikiran”

Originally posted 2022-03-05 16:04:59.