Menggunakan Waktu Sisa dalam Hidup dan Juga Berbisnis

Waktu Sisa. Pagi ini suara burung terdengar jelas, lebih jelas dari suara tetesan air yang jatuh satu per satu di atap seng belakang rumah.

Dari kejauhan sudah terdengar deru kendaraan bermotor, tapi tak sekencang suara kokok ayam jantan dari halaman rumah tetangga.

Suara burung, tetesan hujan, deru kendaraan di jalan, serta kokok ayam menjadi irama pagi ini yang saya dengar di atas kasur sambil mengetik tulisan ini.

Tidak terasa, kebiasaan mengetik tulisan sudah dimulai sejak tahun 2011, awalnya berkomitmen sebelum tidur satu artikel atau cerita.

Lalu sempat terputus beberapa bulan atau malah tahun, hingga kalau tidak salah mulai konsisten lagi di tahun 2013 sampai sekarang.

Dulu, tulisan dishare di group whatsapp bisnis yang dijalani, tidak disimpan di facebook atau web sehingga tidak terdokumentasikan dengan baik.

Baru tahun 2017 mulai menyimpannya di channel telegram Kelas Afirmasi Online sehingga tersimpan dengan baik.

Kalau ditanya, apa sih tujuan membuat tulisan secara rutin? Apa mau membuat kolam seperti teori funnelling?

Sebenarnya dulu tidak paham dengan teori itu, jalanin saja. Niatnya hanya ingin mencerdaskan diri sendiri, sebab menulis itu butuh membaca jadi saya “terpaksa” membaca untuk konten tulisan.

Niat kedua adalah membumikan bahasa buku yang kaku dan cenderung panjang menjadi mudah dipahami banyak orang dan bisa dibaca tuntas. Sebab saya tahu banyak orang yang lebih sanggup beli buku daripada menamatkannya.

Sekarang, ide tulisan kebanyakan dari pengalaman atau pemahaman yang saya dapat dari kehidupan. Contohnya tentang ikhtiar vs hasil.

Menulis adalah ikhtiarnya, ada pun sekarang menghasilkan behindsign adalah hasilnya. Sebenarnya dulu tidak terfikir bakal mendirikan behindsign, mengajarkan analisa tanda tangan.

👍 TRENDING :   Jangan Pernah Memiliki Keyakinan Negatif

Sebabnya ilmu ini sangat “tajam” menganalisa kecenderungan seseorang. Gara-gara seorang suami memaksa saya untuk dianalisa tanda tangannya, padahal saya sudah mengkodekan untuk menolak karena ada istrinya, dia jadi ribut dengan istrinya.

Kata istrinya, suaminya memang playboy sementara bahasa saya adalah “baik ke semua orang.” Istrinya merasa mendapat bukti dari hasil analisa saya.

Kembali ke ikhtiar vs hasil, sepengalaman saya bila satu ikhtiar diniatkan mendapatkan hasil maka cenderung cepat kecewa manakala dalam waktu tertentu tidak menghasilkan.

Akhirnya beralih ke ikhtiar model lain, memulai dari awal lagi dan berharap berhasil lagi. Sekali lagi, saat tidak sesuai harapan, kecewa lagi dan ganti model ikhtiarnya.

Berbeda bila sepanjang ikhtiar itu fokus pada prosesnya karena memang menikmati. Sama seperti seseorang mendendangkan lagu saat menyendiri, dia menikmati lagu itu bukan agar jadi penyanyi terkenal atau memenangkan kontes nyanyi.

Pertanyaannya adalah apa yang kita sukai?

Kesalahan kita, anak-anak dipaksa untuk belajar apa yang tidak mereka sukai lalu secara periodik dinilai hasilnya.

Kita kurang menghargai hobby, merasa anak mustahil hidup sukses bila mengandalkan hobby. Benar? Padahal hobby bisa membuat anak konsisten menikmati proses.

Setelah dewasa, kita pun tak sempat menikmati hobby sebab merasa banyak kebutuhan, banyak tuntutan. Jadi fokus pada pekerjaan menuntut hasil.

Kenyataannya itu tak membuat kita menjadi ahli. Kemampuan kita juga dimiliki orang kebanyakan, artinya hidup kita penuh persaingan. Rebutan.

Gak nyaman bukan?

Lalu bagaimana menjadi ahli dengan hobby yang disukai?

Saya memilih konsisten meluangkan waktu antara jam 8-9 malam, tidak nonton tv, tapi menulis. Atau antara jam 5-7 pagi, tidak tidur lagi, tapi menulis.

Artinya kita bisa meluangkan “waktu sisa” untuk konsisten mencerdaskan diri, agar keahlian kita bermanfaat untuk banyak orang. Karena menggunakan waktu sisa, tak mengurangi waktu utama.

👍 TRENDING :   Kenapa Kita Harus Marah kepada Tuhan

Dengan kata lain, kesuksesan kita diawali dari kemampuan mengelola waktu sisa, member BehinDsign melakukannya dengan menganalisa tanda tangan.

Seratus tanda tangan yang dianalisa sudah bisa membuatnya menjadi ahli, sudah bisa menghasilkan uang.

Pertanyaannya, Anda menggunakan waktu sisa untuk apa?

Disini hari masih pagi, suara jetpump terdengar nyaring tanda pembantu sudah datang membereskan rumah dan menyiapkan sarapan kami.

Wallahu’alam
Sumber : Ahmad Sofyan Hadi