Perbedaan Trading Forex Dan Cryptocurrency Yang Wajib Anda Tahu

Forex Dan Cryptocurrency – Trading Forex adalah Pasar valuta asing atau disingkat valas merupakan suatu jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan.

Sedangkan Cryptocurrency adalah Mata uang kripto merupakan aset digital yang dirancang untuk bekerja sebagai media pertukaran yang menggunakan kriptografi yang kuat untuk mengamankan transaksi keuangan, mengontrol proses pembuatan unit tambahan, dan memverifikasi transfer aset.

Pergerakan harga mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum belakangan ini marak diperbincangkan oleh trader karena volatilitasnya yang super cepat. Karena faktor tersebut, banyak para trader membandingkan potensi keuntungannya dengan pasar Forex, lalu apa saja sih perbedaan Forex dan Cryptocurrency yang perlu kalian ketahui?

a. Likuiditas
Likuiditas adalah faktor utama seberapa cepat dan akurat market order kalian akan dieksekusi oleh platform trading. Semakin likuid suatu aset, semakin mudah menemukan penjual atau pembeli di level harga terkini.

Itu karena likuiditas Forex sangat tinggi, jadi posisimu hampir pasti tereksekusi di level harga yang tertera di layar (price quotation). Apalagi di pair-pair mayor seperti GBP/USD, USD/JPY atau AUD/USD, spread-nya tipis dan Slippage jarang terjadi karena begitu mudah menemukan pembeli atau penjual di level harga terkini.

Beda ceritanya dengan bertrading Crypto, spread-nya relatif lebih besar daripada Forex, bahkan di Bitcoin sekalipun. Belum lagi Slippage-nya yang cukup sering terjadi. Jangan heran kalo saat membuka atau menutup posisi, tiba-tiba terjadi selisih harga sampai puluhan pips.

b. Volatilitas
Volatilitas adalah seberapa cepat suatu aset mengalami perubahan trend harga. Semakin tinggi volatilitas, semakin cepat perubahan trend-nya. Pergerakan harga cepat dalam waktu singkat tersebut diminati oleh day-trader karena potensi keuntungannya juga besar.

Dari segi volatilitas, pasar Crypto memiliki volatilitas relatif lebih tinggi daripada pasar Forex, apalagi di Crypto non-Bitcoin (Ethereum, Dogecoin, dsb). Untuk kalian yang bernyali, pasar mata uang kripto menawarkan lebih banyak peluang profit, tapi ingat resikonya juga sama besar.

Trending πŸ‘‰ : Cara Daftar Peserta Mudik Gratis Aman Sehat Angkutan Lebaran 2022

c. Mining Tidak Sama dengan Trading
Keuntungan dari kegiatan mining eksklusif hanya bisa diberlakukan di aset mata uang kripto, tapi sama sekali tidak bisa disamakan dengan aktivitas transaksi jual beli (trading) kripto.

πŸ‘ TRENDING :   Apa Penyebab Harga Kripto Shiba Inu Melonjak 35% Dalam Satu Hari ?

Aktivitas mining pada dasarnya adalah menyiapkan/meminjamkan kekuatan komputasi peralatan elektronik kalian untuk melangsungkan proses verifikasi pertukaran mata uang kripto. Miner bisa saja mendapat keuntungan tanpa melakukan transaksi jual beli sama sekali, karena profit berasal dari proses verifikasi itu sendiri.

Aktivitas mining atau trading kripto sama-sama membutuhkan modal (semakin besar modal semakin besar potensi profit) dan juga menghabiskan biaya. Bedanya, modal untuk mining akan dialokasikan sebagian besar untuk membeli/menyewa unit komputer, sedangkan modal trading kripto digunakan untuk transaksi jual beli unit kripto itu sendiri.

Biaya mining umumnya berasal dari biaya maintenance peralatan komputer (listrik, sewa unit, dsb). Lain halnya dengan biaya trading kripto yang berasal dari komisi per lot atau spread (masing-masing bursa kripto memiliki skema biaya tersendiri).

d. Fundamental
Fundamental adalah kumpulan data-data ekonomi penting yang seringkali menggerakkan harga pasar. Umumnya rilis berita ini berasal dari otoritas pihak keuangan seperti bank sentral atau badan audit.

Di pasar Forex, seringkali rilis berita penting (seperti NFP, CPI, dan rilis suku bunga bank sentral) diikuti dengan pergerakan harga pasar yang sangat volatil. Kondisi tersebut seringkali dimanfaatkan Scalper dan Day Trader untuk mengeruk keuntungan dalam waktu singkat.

Mata uang kripto tak memiliki bank sentral ataupun regulator karena sifatnya yang terdesentralisasi. Karena itu, pergerakan harga mata uang kripto sepenuhnya digerakkan oleh Supply dan Demand. Itulah alasan kenapa pasar kripto mudah dimonopoli oleh spekulan bermodal besar (seperti Elon Musk).

e. Leverage
Tak seperti pasar Forex yang menyediakan leverage tinggi (hingga 1: sekian ribu), bursa kripto mayor (Coinbase, Kraken, dsb.) umumnya hanya menyediakan leverage 1:2 saja. Otomatis, hal ini membuat trading Crypto terasa lebih β€œmahal” daripada Forex.
Forex vs. Crypto, Mana Yang Paling Cuan Untukmu?

Kedua instrumen trading ini sebenarnya sama-sama berpotensi menghasilkan keuntungan. Hanya saja untuk trader pemula, lebih disarankan untuk belajar trading di Forex terlebih dulu karena likuiditas lebih tinggi, spread lebih rendah, serta volatilitas yang relatif stabil. Trader dengan modal terbatas pun bisa memanfaatkan Leverage Forex yang lebih tinggi.

Karena modal trading Crypto yang disarankan cukup tinggi, rata-rata pemula lebih tertarik untuk menjadi miner. Perlu dicatat, keuntungan miner juga berbanding lurus dengan harga mata uang Crypto yang saat ini sedang di-mining. Miner dianggap merugi jika biaya maintenance lebih tinggi daripada perolehan unit kripto dari proses verifikasi transaksi (open ledging).

πŸ‘ TRENDING :   Pengertian Investasi Jangka Pendek beserta Jenis-jenisnya

Bagi anda yang sudah berlalu-lalang dalam dunia investasi tentu tidak asing lagi dengan istilah trading. Trading sendiri akhir-akhir ini selalu dikaitkan dengan dua hal yang tengah booming yaitu forex dan cryptocurrency atau bisa juga disebut sebagai aset kripto. Trading merupakan cara yang digunakan untuk menghasilkan profit melalui internet. Sudah banyak pihak yang menggeluti pekerjaan sebagai trader, mulai dari yang awam atau sekedar mencoba-coba, individual yang serius hingga yang sudah pro atau yang biasa disebut pialang.

Berbicara tentang trading forex dan trading aset kripto, kebanyakan trader aset kripto memulai tradingnya dari trading forex terlebih dahulu. Hal ini disebabkan trading aset kripto yang baru muncul pada tahun 2009 jauh sesudah forex terkenal dikalangan penggunanya.

Trading forex sendiri adalah perdagangan mata uang (currency) dari berbagai negara yang berbeda. Forex merupakan singkatan dari Foreign Exchange (pertukaran mata uang). Cara kerja forex adalah dengan melakukan transaksi pada pasangan mata uang, misalnya ketika kita membeli mata uang Euro (mata uang Eropa) dan secara bersamaan menjual USD (mata uang Amerika) atau biasa disingkat EUR/USD.

Aset kripto yang pertama kali dikenal adalah bitcoin. Bitcoin sendiri merupakan mata uang virtual (cryptocurrency) yang dikembangkan pada tahun 2009 oleh seseorang yang bernama Satoshi Nakamoto. Mata uang tersebut hampir sama dengan mata uang pada umumnya, tapi hanya tersedia di dalam dunia digital. Bitcoin biasanya disimpan dalam Bitcoin Wallet. Wallet inilah yang akan digunakan untuk mengirim dan menerima bitcoin, baik menggunakan fee maupun menggunakan biaya pengiriman lainnya.

Bitcoin sendiri diciptakan dengan cara menambang atau minning. Para minners dengan bantuan komputer canggih menguraikan matematika kompleks untuk menemukan block Bitcoin baru dan yang menemukan akan mendapatkan imbalan bitcoin. Imbalan 1 block awalnya 50 BTC yang sekarang menjadi 25 BTC/block. Jumlah bitcoin sudah dibatasi sejak dahulu yaitu 21 juta BTC. Pembatasan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya inflasi.

Trading bitcoin sangat berbeda dengan trading forex walaupun keduanya sama-sama mengusung tema trading. Dalam trading forex kita mengenal dua istilah yaitu Long dan Short yang mana Long berarti menargetkan harga naik untuk menghasilkan profit sedangkan short memiliki target ketika harga turun untuk mendapatkan profit.

Berbeda dengan forex, pada bitcoin target profit diperoleh layaknya ketika jual-beli barang online dengan istilah Buy dan Sell. Buy ditujukan ketika minner membeli bitcoin, sedangkan Sell ketika menjual bitcoin. Cara menghitung profitnya juga sangat sederhana hanya harga jual dikurangi harga beli. Jadi istilah Margin Call dan PIP dalam perdagangan Bitcoin yang digantikan dengan jual barang yang menghasilkan untung atau rugi.

πŸ‘ TRENDING :   Transaksi Crypto di Indonesia Akan Dikenakan Pajak 0,1%

Hal yang perlu diperhatikan dalam jual-beli bitcoin adalah ketika kita melakukan trading kita harus mengumpulkan rupiah sebanyak-banyaknya yang menjadi selisih jual-beli, bukan mengumpulkan bitcoinnya.

Perbedaan lainnya adalah harga bitcoin yang cenderung fluktuatif tanpa alasan. Berita baik yang beredar tidak memiliki pengaruh terhadap harga bitcoin, bahkan adakalanya berita baik ini justru menjatuhkan harga bitcoin atau tidak berpengaruh sama sekali. Naik-turunnya bitcoin tidak dapat dipastikan dengan indikasi informasi yang beredar saja. Nilai bitcoin tidak ada yang mengendalikan, semua tergantung dengan kinerja trader karena merekalah yang memainkan harga sesuka hati. Forex Dan Cryptocurrency

Kebalikan dari bitcoin, kondisi forex malah sangat bergantung dengan segala informasi yang beredar baik politik, ekonomi, bencana, perang dan lainnya. Apalagi untuk negara-negara yang memiliki ekonomi maju dan kuat seperti Amerika dan Jepang, maka harga mata uang mereka bisa naik dan turun akibat informasi yang tengah beredar. Hal ini juga sering dianggap trader sebagai kesempatan untuk berdagang. Secara sederhana, tujuan trading forex adalah untuk meraih profit dari naik turunnya nilai tukar mata uang.

Perbedaan lainnya adalah bitcoin dikembangkan dengan idealisme bahwa mata uang yang baik tidak dikontrol oleh pemerintah dan bank sentral. Pemerintah yang dipercaya dikuasasi oleh orang-orang yang memiliki niatan berbeda biasanya hanya bekerja demi keuntungan pribadi sehingga keputusan finansial selalu berpihak kepada yang kuat. Intinya cara kerja bitcoin ini tidak akan memberikan kesempatan kepada pemerintah dan bank sentral untuk ikut campur dalam regulasinya.

Kebebasan dari aturan bank sentral dan pemerintah ini tentu tidak dimiliki oleh forex karena forex yang memang merupakan perdagangan menggunakan mata uang antara negara akan sensitif terhadap permasalah yang timbul. Bahkan baru saja sebuah isu yang tidak diketahui kebenarannya muncul, harga langsung naik turun. Apalagi jika sampai bank sentral dan pemerintah turun andil menciptakan keputusan didalamnya.

Itulah Perbedaan Forex Dan Cryptocurrency yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat.